Kalau Anda melihat judul tulisan ini, Anda pasti menyangka saya akan menawarkan skema-skema investasi online seperti yang sudah ada. HYIP, MLM Online, Arisan berantai atau judi online, Atau bahkan beberapa dari Anda yang sudah mencibir karena yakin kalau saya akan menawarkan jasa web design atau hosting internet.
Apakah betul ? hehehe, maaf, bukan.
Ayo ingat-ingat..
Apakah Anda memperhatikan? Dalam beberapa bulan ini ada iklan yang berbeda terpasang di melalui media situs-situs iklan baris dan milis-milis bisnis. Iklan itu berkaitan dengan website, market yang niche,buku, dan toko online, :-?
Iklan apa ya? Belum “ngeh”?
Ada yang menjual website toko buku online yang sudah dan sedang berjalan
Omzetnya ? 3 Juta sebulan !! Harga yang ditawarkan ? Murah sekali !!
Logo Bukupengusaha.com
Yup, iklan tersebut menawarkan toko buku online bukupengusaha.com (www.bukupengusaha.com) yang akan dijual karena pemiliknya berniat untuk kembali ke usaha offline.
Menarik juga menganalisa toko buku online yang satu ini, dari cara dia memilih market, desain, Search Engine Optimization (SEO),dukungan purna jual, maupun menentukan Unique Selling Point (USP)nya.
Pertama, Pemilihan Market yang niche.
Di saat toko buku online lain berlomba-lomba memperbanyak jenis buku yang dijual untuk memperbesar pasar, BukuPengusaha.com malah ‘berenang di Laut Biru’.
Caranya dengan khusus menjual buku-buku yang berkaitan dengan pembentukan pengusaha. Sebut saja beberapa kategori buku yang ditawarkan: sales, motivasi,ESQ dan Inspirasi sebagai contoh.
Namun, apakah itu membuatnya memiliki pasar yang kecil? Belum tentu. Kita tahu saat ini berbisnis / wirausaha sedang booming.
Lihat saja komunitas pengusaha yang terus bertambah,jumlah toko dan gerobak franchise di pinggir jalan semakin banyak,tiket pameran dan penjualan majalah waralaba laku keras, Iklan pelatihan di koran terkenal terisi penuh dengan motivator dan inspirator yang mengajak kita “turun ke jalan” ?
Sebut saja Pak Tung Desem Waringin yang sedang getol-getolnya memotivasi orang untuk melakukan financial dan marketing revolution. Pak Purdi E. Chandra bergiat dengan “Entrepreneur University”nya, ditambah Pak Safir Senduk yang mengatakan “buat apa usaha kalau nggak kaya” ? Lalu komunitas bisnis semakin terkenal seperti Entrepreneur University, Tangan Di atas (TDA), Tempo Community, BDA ?
Kedua, Dukungan after sales service pemilik.
Saya pribadi sudah bertemu pemiliknya di bilangan Menteng Dalam, di belakang apartemen The Lavande, Jakarta.
Tepatnya? Di samping kios ayam bakar lari-lari. Pak Ridwan “Kiyosaki”, pemilik website tersebut tidak sengaja mengubah nama “keluarga”nya dengan ‘Kiyosaki’. Sebagai wiraswasta,ia aktif di berbagai kegiatan dan komunitas pengusaha. Nama “Ridwan Kiyosaki” (RK) sendiri menjadi trademark khusus bagi Bukupengusaha.com.
Pada saat bertemu, banyak ide-ide yang berkembang dari website tersebut, dan RK sendiri berkomitmen tetap mendukung sebagai “konsultan” bagi semua kegiatan pengembangan Bukupengusaha.com ke depannya.
Jadi bisa dibilang, penjualan website ini bukan bersifat “jual lari”. Beliau bahkan masih mendukung Bukupengusaha.com menggunakan USP “SEMUA member Bukupengusaha.com bisa datang kepadanya langsung dan mendapat penghancuran mental block secara GRATIS”. Menarik Bukan ??
Ketiga, Website dan SEO.
Secara awam saya melihat tampilan desain Bukupengusaha.com memang terlalu banyak berisi tulisan. Tampaknya RK kurang begitu baik membuat webcopy.
Masih adanya tulisan yang berulang-ulang dan menu tab yang terlalu banyak membuat area tab menu di atas menjadi ‘gendut’. Selain itu, website ini belum mengembangkan fasilitas untuk meningkatkan penjualan dan membangun komunitas.
Bukupengusaha.com sendiri telah menjalin kerjasama dengan 21 Penerbit buku dengan jumlah data buku mencapai 1400++ dan rata-rata kunjungan 2000per minggu
Website ini juga memiliki posisi yang bagus di mata mesin pencari. Google memberinya nilai 3.0 di Page Rank.
Di Alexa sendiri sudah bisa menembus peringkat 2,5 juta dalam 3 bulan dan angka rata-rata 4,5 halaman dibuka pengunjung.
Bahkan untuk beberapa keyword ada di halaman pertama di hasil pencarian Google. WOW !!
Keempat, Asset dan harga jual.
Dengan statistik seperti itu, asset apalagi yang termasuk dalam penjualan? Menurut RK, penjualan termasuk jaringan ke penerbit, satu orang kurir berpengalaman, website lengkap serta dukungan teknis dari penyedia hosting, stok buku yang masih ada, SEMUA data member sebagai frequent buyer / captive market.
Pemilik baru juga dipersilahkan mengubah desain, warna dan tata letak website Bukupengusaha.com, diberi dukungan penuh sebagai konsultan untuk pengembangan bisnis (termasuk diantarkan ke penerbit-penerbit). Selain itu, dibantu penyelesaian kerjasama dengan penerbit lain yang akan bergabung.
Harga pembukaan ? 5000 USD atau sekitar 40 Juta Rupiah.
Info terakhir, sudah ada beberapa penawar yang berminat, namun syarat akusisinya masih dipertimbangkan. Diantaranya koalisi pegawai sebuah perusahan di Kuningan, sebuah perusahaan keluarga pemilik portal, unit usaha IT sebuah MLM dari Malaysia, anggota komunitas bisnis, serta sejumlah investor dan pengusaha.
Kelima, Return on Investment (ROI)
Dengan harga akuisisi 40 Juta dan rata-rata omzet website yang belum dioptimasi secara serius (3 juta/bulan), maka ROI bisa didapat dalam 15 bulan.
Bagaimana ya jika tawaran syarat akuisisi kita bisa membuat harganya turun, dan optimasi website kita bisa menghasilkan traffic besar dan webcopy kita bisa membuat Conversion Rate yang tinggi? Atau,minimal menjual space banner atau pasang adsense?
Hmmm... bisa jauh lebih cepat tuh..
Saya rasa worthed untuk mencoba menawar langsung ke Ridwan Kiyosaki, Bagaimana dengan Anda ?

